Sebagai perbandingan, pada Program Magang Nasional 2025 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan, peserta menerima uang saku sekitar Rp3,3 juta per bulan atau setara upah minimum daerah setempat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat keterhubungan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri melalui konsep link and match.
Program magang berbayar tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang dengan total anggaran sekitar Rp198 miliar per gelombang. Pada tahap awal, program ini menyasar sekitar 20.000 peserta dengan masa magang selama enam bulan.
“Pada tahap pertama terdapat 20.000 peserta dan diberikan uang saku setara upah minimum, dengan anggaran sekitar Rp198 miliar,” ujar Airlangga.
(Feby Novalius)