Neraca Dagang Defisit, BI Sebut Migas Jadi Biang Kerok

Rohman Wibowo, Jurnalis
Jum'at 03 Juli 2026 20:00 WIB
Bank Indonesia (Foto: Okezone)
Share :

Ramdan menguraikan bahwa pencapaian tersebut didominasi oleh pengapalan komoditas berbasis sumber daya alam, seperti bahan bakar mineral, serta nikel beserta produk turunannya. Sementara untuk negara tujuan ekspor, pasar utama Indonesia masih berpusat ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.

Secara keseluruhan, BI memandang kinerja perdagangan luar negeri Indonesia masih berada dalam tren yang positif. Terhitung sepanjang rentang waktu Januari hingga Mei 2026, neraca perdagangan kumulatif Indonesia masih membukukan surplus sebesar 4,03 miliar dolar AS.

Ke depan, BI berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah beserta jajaran otoritas terkait guna mengawal stabilitas sektor eksternal sekaligus menyokong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," kata Ramdan.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya