JAKARTA – Pemerintah menargetkan 10 juta wirausaha baru hingga 2029 sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Melalui target tersebut, rasio kewirausahaan Indonesia diharapkan meningkat dari 3,35 persen menjadi 3,6 persen pada 2029.
Menurut Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, melalui program pembinaan yang berorientasi pada pengembangan bisnis.
"Kami wajib hadir bersama-sama mendukung dan menyukseskan semakin banyak program seperti ini agar ditiru oleh grup-grup usaha lainnya untuk menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru di tanah air," kata Maman, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, semakin banyak perusahaan yang berperan membina calon wirausaha, semakin besar peluang lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja. Ia menilai pembinaan harus diarahkan pada pengembangan kapasitas usaha agar peserta dapat menjadi pengusaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Kebutuhan untuk melahirkan lebih banyak wirausaha dinilai semakin penting seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja setiap tahun. Berdasarkan data, sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja memasuki pasar kerja setiap tahun. Sementara itu, UMKM yang berjumlah sekitar 65,5 juta unit telah menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Meski ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, rasio wirausaha Indonesia hingga Februari 2026 masih sekitar 3,43 persen. Angka tersebut masih berada di bawah beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.