Dalam laporan terbarunya, IMF memang melakukan revisi ke bawah terhadap proyeksi sejumlah negara besar, termasuk India, Australia, Jepang, hingga Jerman. Namun, Indonesia bersama beberapa negara lain seperti Rusia dan Italia, tetap bertahan dengan proyeksi awal.
Merespons laporan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa tren ekonomi domestik saat ini tetap dalam jalur positif dan solid. Ia menekankan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan berbagai program strategis demi mencapai target pertumbuhan 5,4% pada akhir 2026.
Baca selengkapnya: IMF Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,0 Persen pada 2026
(Taufik Fajar)