6 Fakta Defisit APBN 2026 Tembus Rp196,5 Triliun dan Diproyeksi Melebar hingga 2,85 Persen

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 13 Juli 2026 09:03 WIB
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I-2026 mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

Namun, Achmad menilai reformasi subsidi tetap diperlukan agar anggaran lebih tepat sasaran.

"Defisit untuk membiayai pendidikan, kesehatan, riset, irigasi pangan, transportasi publik, dan perlindungan sosial yang tepat sasaran tentu berbeda dengan defisit yang habis untuk menutup selisih harga energi akibat desain subsidi yang belum cukup adil," ujar Achmad.

6. Ekonom usulkan tiga reformasi subsidi

Achmad mengusulkan tiga langkah untuk menjaga kesehatan fiskal.

Pertama, pemerintah perlu memperbarui basis data penerima subsidi berdasarkan tingkat kerentanan masyarakat, bukan hanya status kemiskinan.

Kedua, subsidi bagi kelompok konsumsi mampu dikurangi secara bertahap, sementara perlindungan bagi petani, nelayan, UMKM, dan transportasi publik tetap dipertahankan.

Ketiga, hasil efisiensi subsidi dialokasikan untuk sektor yang langsung dirasakan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, transportasi umum, ketahanan pangan, dan perlindungan sosial.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya