20 Sekolah Rakyat Rampung, Fasilitasnya Ada Asrama Siswa, Rusun Guru hingga Lapangan Standar FIFA

Feby Novalius, Jurnalis
Rabu 15 Juli 2026 09:30 WIB
PT Nindya Karya (Persero) menyelesaikan pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku. (Foto: Okezone.com/Nindya Karya)
Share :

JAKARTA - PT Nindya Karya (Persero) menyelesaikan pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku. Bangunan sekolah tersebut telah siap difungsikan untuk menyambut peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 yang kini memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah menjelaskan, dimulainya kegiatan MPLS menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa hasil pembangunan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan. Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi juga dari manfaat yang terus dirasakan oleh generasi penerus bangsa.

Sebagai salah satu BUMN konstruksi yang dipercaya mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia, perseroan memastikan setiap proses pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta ketepatan waktu.

Adapun sekolah rakyat tersebut berada di Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kota Tual, serta Kabupaten Maluku Tengah.

Persebaran pembangunan ini mencerminkan upaya pemerataan infrastruktur pendidikan, termasuk menjangkau kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), sehingga semakin banyak anak Indonesia memperoleh akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak.

Kawasan pendidikan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, di antaranya gedung sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, hingga gedung serbaguna. Untuk mendukung proses pembelajaran yang holistik, kawasan ini turut dilengkapi dengan ruang terbuka hijau serta berbagai sarana olahraga dan fasilitas penunjang.

Di beberapa lokasi, kawasan pendidikan juga dilengkapi dengan lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, dan taman edukasi. Seluruh fasilitas tersebut didukung oleh sistem pengelolaan lingkungan yang dirancang untuk mewujudkan kawasan pendidikan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang merata.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan," jelasnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya