"Kita ada bicara dengan bank lain, tapi belum ada arah transaksi. Jadi baru ngobrol-ngobrol," kata Nixon.
Ia menjelaskan segmen yang menjadi target perseroan adalah portofolio kredit konsumer.
Apabila proses negosiasi berjalan sesuai harapan, BTN memproyeksikan transaksi tersebut dapat direalisasikan pada tahun depan.
Sementara itu, BTN siap melanjutkan aksi korporasi take over portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk pada tahap kedua.
Nilai transaksi tahap kedua diperkirakan mencapai sekitar Rp7,3 triliun dan dijadwalkan rampung pada bulan depan.
Penyelesaian transaksi tersebut diperkirakan akan menambah sekitar 344.600 nasabah baru bagi BTN, sekaligus memberikan tingkat imbal hasil (yield) yang menarik bagi perseroan.
Selain meningkatkan profitabilitas, Nixon menilai bertambahnya ratusan ribu nasabah baru tersebut juga membuka peluang besar bagi optimalisasi strategi cross-selling.
BTN membidik pemasaran berbagai produk ritel, mulai dari Bale by BTN, layanan payroll, hingga produk perbankan transaksional lainnya.
"Kami meyakini bahwa kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik ini akan memacu dan mendorong pertumbuhan kami jauh lebih baik ke depannya," pungkas Nixon.
(Feby Novalius)