JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memiliki gagasan besar di balik pembentukan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi juga menjadi instrumen untuk membuka akses pembiayaan murah bagi masyarakat hingga memutus ketergantungan terhadap rentenir.
Prabowo mengungkapkan, ide pembentukan Kopdes Merah Putih telah muncul sejak puluhan tahun lalu ketika dirinya masih bertugas di berbagai daerah. Ia melihat langsung kondisi masyarakat desa yang mengalami keterbatasan akses ekonomi.
"Sebetulnya konsep Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah lama puluhan tahun. Waktu di tentara, kita bertugas di desa-desa, gunung-gunung, saya lihat rakyat kelaparan dan saya tidak bisa berbuat banyak," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan salah satu alasan pemerintah membentuk Kopdes Merah Putih adalah untuk membantu masyarakat desa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih terjangkau.
Menurutnya, banyak petani masih kesulitan memenuhi kebutuhan selama masa tanam hingga panen karena harus mencari pinjaman dengan bunga tinggi.
"Pertanian itu panennya 100 hari. Selama 100 hari, saya dapat laporan ada anak yang sakit, ada anak yang sekolah, mereka butuh uang dan pinjam. Bunganya luar biasa gila. Mereka pinjam dari lintah darat, kadang bunganya 1% sehari," kata Prabowo.
Melalui koperasi desa, pemerintah ingin menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman informal berbunga tinggi.
2. Ada 81 Ribu Kopdes Sesuai Jumlah Desa dan Kelurahan