Ia menegaskan PLN dan Pertamina siap mendukung pengoperasian bus hidrogen karena rantai pasok energinya telah tersedia. Pasokan tersebut berasal dari kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Pada kesempatan itu, Darmawan melaporkan PLN memproduksi sekitar 203 ton hidrogen setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 ton digunakan untuk kebutuhan operasional pembangkit, sedangkan sisanya sekitar 130 ton merupakan surplus yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk sektor transportasi.
"Nanti PLN dan Pertamina bersama-sama menyediakan pasokan hidrogen. Refueling station sudah ada, hidrogennya juga sudah tersedia. Tinggal menghadirkan bus hidrogen sehingga kita bisa membangun transportasi berbasis hidrogen secara bersama-sama," kata Darmawan.
Menurutnya, pengembangan kendaraan hidrogen tidak hanya akan mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan hidrogen yang selama ini menjadi produk sampingan operasional pembangkit listrik PLN.
Iqbal Dwi Purnama
(Feby Novalius)