Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahlil Prediksi Mobil Hidrogen Bakal Bersaing dengan EV di Masa Depan

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 21 Juli 2026 |15:45 WIB
Bahlil Prediksi Mobil Hidrogen Bakal Bersaing dengan EV di Masa Depan
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksikan dalam kurun waktu 10 tahun mendatang industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) bakal tergantikan oleh hydrogen.

Bahlil menjelaskan, hal tersebut sejalan dengan pengembangan industri tersebut yang saat ini tengah digencarkan oleh Negara Jepang. Sebab hydrogen dinilai lebih ramah lingkungan ketimbang mobil EV yang masih menyisakan limbah dari proses pembuatan baterainya.

"Ini isu lingkungan, dan keyakinan saya, paling lambat 5-10 tahun ke depan hidrogen ini akan menyaingi kendaraan listrik yang berbasis baterai," ujarnya dalam acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Bahlil mengatakan, implementasi hidrogen sebagai tenaga penggerak kendaraan memang masih menghadapi tantangan saat ini. Kunci keberhasilan implementasi kendaraan hydro terletak pada teknologi yang lebih efisien, kepastian pasar, investasi, hingga regulasi yang mendukung perkembangan ekosistem tersebut.

Ia mengatakan teknologi yang lebih efisien akan menekan biaya produksi hidrogen yang saat ini punya ongkos paling mahal, ketimbang bahan bakar penggerak lainnya seperti berbasis minyak bumi, atau nabati, maupun berbasis listrik.

Bahlil menggambarkan, biaya produksi B50 non PSO alias yang digunakan oleh industri saat ini sekitar Rp18.600 per liter untuk jarak tempuh 3-4 Km. Sementara untuk hydrogen, biaya memproduksinya masih jauh di atas biaya produksi B50 tersebut.

"Hydrogen memang masih mahal. Ini adalah tantangan dalam rangka bagaimana mendapatkan teknologi yang lebih efisien, agar harganya kompetitif," tambahnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement