"Sebagai bank, kita menawarkan sustainability loan dan green loan kepada nasabah, tetapi kita juga melakukan penghimpunan dana dengan sustainability linked loan. Jadi kita membuka akses pendanaan dari luar negeri karena saat ini investor memiliki preferensi terhadap instrumen tersebut. Itu menjadi salah satu competitive advantage yang bisa kita gali," ujarnya.
Sebagai informasi, hingga semester I 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.592 triliun atau tumbuh 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit kepada segmen BUMN dan pemerintahan mendominasi dengan nilai Rp489 triliun atau tumbuh 41,6 persen secara tahunan. Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.
Sementara itu, penyaluran kredit kepada segmen UMKM tercatat sebesar Rp31,3 triliun atau tumbuh 15,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun outstanding kredit komersial mencapai Rp343 triliun per Juni 2026 atau meningkat 15,1 persen secara tahunan (year on year/YoY).
(Feby Novalius)