Menurut Indra, sinergi antara kampus dan industri menjadi kunci untuk mempersempit kesenjangan keterampilan (skill gap) yang selama ini menjadi tantangan dalam pengembangan talenta digital nasional.
"Kami percaya bahwa masa depan ekonomi digital Indonesia sangat bergantung pada kualitas talenta mudanya. Karena itu, kami akan terus memperluas jaringan kemitraan dengan perguruan tinggi di berbagai daerah. Setiap kolaborasi yang kami bangun merupakan investasi jangka panjang bagi ekosistem digital Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing," katanya.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja nyata, tetapi juga memahami dinamika industri digital sejak masih berada di bangku kuliah. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi lulusan ketika memasuki dunia profesional.
Pihaknya menargetkan semakin banyak perguruan tinggi yang bergabung dalam ekosistem kolaborasi ini. Dengan semakin luasnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri, perusahaan optimistis Indonesia akan memiliki lebih banyak talenta digital berkualitas yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital sekaligus meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.
(Dani Jumadil Akhir)