Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 7,9 persen yoy menjadi Rp1.284 triliun. Penopang utamanya adalah dana murah atau CASA (Giro dan Tabungan) yang melonjak 10,2 persen yoy menjadi Rp1.082 triliun. Domiansi CASA yang mencapai 84,3 persen dari total DPK ini berhasil menjaga biaya dana (cost of fund) perseroan tetap efisien.
Di sektor pembiayaan berkelanjutan, kredit hijau BCA tumbuh 19 persen yoy menjadi Rp123 triliun. Kenaikan signifikan terjadi pada sektor energi terbarukan yang melonjak 82 persen yoy menjadi Rp7,7 triliun, serta pembiayaan kendaraan listrik yang tumbuh 25 persen yoy menjadi Rp4 triliun.
Pendapatan nonbunga (fee-based income) BCA juga mencatatkan pertumbuhan 11 persen yoy menjadi Rp13,2 triliun per Juni 2026. Capaian ini didukung oleh peningkatan transaksi digital melalui aplikasi myBCA, yang kini memfasilitasi pembukaan rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN) via BCA Sekuritas, pengajuan kartu kredit, hingga pembelian tiket perjalanan.
(Dani Jumadil Akhir)