Hasilnya, GOTO sukses membukukan laba usaha sebesar Rp418 miliar di kuartal I 2026, berbalik dari rugi usaha Rp193 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi GOTO juga melonjak pesat, meningkat 3,5 kali lipat menjadi Rp1,1 triliun hingga akhir Maret 2026, dibandingkan Rp301 miliar pada Maret 2025.
Per akhir Maret 2026, GOTO mencatatkan jumlah aset Rp46,8 triliun, liabilitas sebesar Rp18,0 triliun, dan ekuitas sebesar Rp28,8 triliun.
“GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver,” kata Dirut GoTo Hans Patuwo dalam siaran pers 28 April.
(Dani Jumadil Akhir)