Sementara itu, pendapatan berbasis komisi (fee based income) mencapai Rp1,1 triliun. Perseroan juga mencatat penurunan beban operasional sekitar 5,4 persen, sehingga laba operasional sebelum Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) tumbuh lebih dari 34,2 persen dibandingkan Semester I 2025.
Bank BJB juga mencatat peningkatan kinerja tersebut ditopang strategi pengelolaan aset dan liabilitas, pengendalian biaya dana, peningkatan pendapatan nonbunga, serta efisiensi operasional yang dijalankan sepanjang semester pertama tahun ini.
Memasuki Semester II 2026, perseroan menyatakan akan melanjutkan strategi pertumbuhan dengan tetap menjaga kualitas aset melalui penguatan penghimpunan dana murah, pengembangan pembiayaan, transformasi digital, dan pengelolaan risiko.
(Taufik Fajar)