Maruarar menitikberatkan investasi Tiongkok nantinya mampu menyerap material bangunan produksi lokal serta melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari rantai pasok konstruksi.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan Tiongkok di bidang perumahan. Namun kami tidak ingin hanya menjadi market, kami ingin menjadi mitra strategis yang sama-sama memberikan manfaat. Dalam setiap kerja sama yang dilakukan, kami juga ingin agar material bangunan dari dalam negeri dapat digunakan dan industri lokal ikut terlibat, sehingga memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” ujar Maruarar.
Kemitraan ini digadang-gadang tidak hanya mempercepat target penyediaan hunian layak dan terjangkau, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan industri domestik. Sinergi ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia maupun Tiongkok.
(Taufik Fajar)