JAKARTA - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp7,7 triliun pada semester I-2026 relatif stabil dengan penurunan tipis 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah dinamika pasar, Perseroan berhasil meningkatkan kualitas profitabilitas melalui pengeloaan biaya yang disiplin dan optimalisasi bauran bisnis.
Hal ini tercermin dari peningkatan laba kotor sebesar 6% YoY menjadi Rp691 miliar, Laba
usaha yang tumbuh sebesar 25% YoY menjadi Rp366 miliar, serta kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 23% YoY menjadi Rp336 miliar.
Sejalan dengan itu, margin laba kotor meningkat menjadi 9,0%, margin laba usaha turut naik menjadi 4,7%, dan margin laba bersih menjadi 4,4% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara segmentasi, kinerja Perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi.
Segmen Distribusi & Ritel membukukan kinerja yang relatif stabil pada semester pertama 2026 (6M26), didukung oleh pertumbuhan pada bisnis ritel dan layanan purna jual yang membantu mengimbangi perlambatan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi.
Pada bisnis distribusi, pendapatan penjualan sepeda motor MPMulia menurun 3% YoY menjadi Rp6 triliun, sementara pendapatan dari layanan purna jual meningkat 9% YoY menjadi Rp751 miliar.
Di sisi lain, bisnis ritel mencatatkan pertumbuhan, dengan pendapatan penjualan sepeda motor meningkat 6% YoY menjadi Rp1,7 triliun, serta pendapatan layanan purna jual tumbuh di atas 9% YoY menjadi Rp51 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen tetap terjaga di level Rp7,3 triliun, atau hanya turun tipis 0,4% YoY. Di tengah pendapatan yang relatif stabil, laba kotor meningkat 6% YoY menjadi Rp616 miliar, sementara margin laba kotor naik menjadi 8,5% dari 7,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan komposisi pendapatan yang semakin optimal serta perbaikan tingkat profitabilitas.
Pada segmen bisnis asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan asuransi sebesar Rp434 miliar, atau menurun 10% YoY, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dan bisnis lainnya.
Sementara itu, pendapatan dari lini asuransi properti relatif stabil di Rp190 miliar. Di tengah penurunan pendapatan, biaya jasa asuransi berhasil ditekan 13% YoY menjadi Rp357 miliar. Hal ini mendorong peningkatan hasil jasa asuransi sebesar 4% YoY menjadi Rp77 miliar, mencerminkan pengelolaan underwriting yang tetap terjaga.
(Taufik Fajar)