Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar perbankan lebih banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif dibandingkan menempatkan dana pada surat berharga.
"Kami ingin perbankan kembali pada fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi yang menghubungkan sektor keuangan dengan sektor riil. Itu menjadi salah satu fokus kebijakan BI," kata Destry.
Destry pun menegaskan Bank Indonesia akan mengoptimalkan seluruh instrumen dan bauran kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Dari sisi makroprudensial, kami terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Saya ingin menekankan bahwa kami tetap fokus menjaga stabilitas melalui optimalisasi berbagai instrumen dan kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
(Feby Novalius)