JAKARTA - Ekonom Senior Indef Bustanul Arifin mengungkapkan, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) secara teori dan konsep sangat penting. Namun, dirinya tidak memungkiri bahwa petani banyak yang belum paham tentang makna substansial dari AUTP.
Menurutnya, bagi petani asuransi, apalagi AUTP sesuatu yang belum menjadi kebiasaan atau budaya, sehingga pasti cukup sulit bagi mereka.
"Bayangkan, orangnya, jiwanya atau nyawanya sendiri saja tidak diasuransikan, agak sulit untuk berharap bahwa usaha taninya akan diasuransikan," katanya di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Bustanul pernah bertemu langsung di lapangan dengan petani tentang apa itu AUTP dan PT Jasindo sebagai BUMN ditunjuk untuk implementasi AUTP. Menurut, Indonesia harusnya bisa mencontoh negara maju seperti Amerika Serikat karena petani di sana secara rasional membayar premi, karena manfaatnya nyata dan dinikmati langsung petani.
"Jika pada musim kemarau, petani mengalami gagal panen, maka perusahaan asuransi yang menanggung kerugian petani. Ada beberapa syarat teknis memang, tapi petani pasti telah memasukkannya kepada perencanaan usaha tahun berjalan tahun depan," rinci Bustanul.
Oleh karena itu, dia mendorong kinerja AUTP untuk bisa lebih baik lagi. Dia mengusulkan agar pemerintah pusat memberikan pelatihan khusus dan berjenjang kepada penyuluh pertanian lapangan. Selain itu, dia mengusulkan agar penyuluh juga harus sistematis dengan KPI yang jelas.
"Libatkan universitas seluruh Indonesia, khususnya yang memiliki fakultas pertanian. Nanti akan terjadi interaksi yang semakin baik antara penyuluh dengan para dosen dan peneliti di lapangan," tegas Bustanul.
Di sisi lain, dia mendorong agar tidak menyamaratakan kondisi lapangan, karena karakter agroekosistem pertanian di seluruh Indonesia sangat berbeda.