JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menaikan harga batubara acuan yang berlaku untuk peridoe Agustus 2026. Kenaikan harga batubara khususnya terjadi untuk batu bara dengan kalori sedang dan rendah, sementara untuk kalori tinggi justru mengalami penurunan.
Harga batu bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Agustus 2026 sebesar USD124,44 per ton untuk batu bara dengan nilai kalor 6.322 GAR. Harga ini turun jika dibandingkan periode Juli lalu yaitu USD131,85 per ton.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 312.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Periode Pertama Bulan Agustus Tahun 2026.
Sementara untuk barbara dengan kalori sedang, seperti HBA I dengan kalori 5.300 GAR harganya naik dari USD89,90 per ton pada peridoe Juli, menjadi USD93,27 di bulan Agustus ini. Selanjutnya HBA II dengan kalori 4.100 GAR juga naik menjadi USD65,48 per ton, dan HBA III sebesar USD45,27 per ton untuk batubara 3.400 GAR.
Dalam keputusan yang sama, Kementerian ESDM juga menetapkan Harga Mineral Acuan (HMA) berbagai komoditas tambang. Harga nikel dipatok sebesar USD15.691 per dry metric ton (dmt), kobalt USD33.677 per dmt, timbal USD1.009,29 per dmt, dan seng USD3.586,90 per dmt.
Untuk komoditas lainnya, HMA aluminium ditetapkan sebesar USD2.910,93 per dmt, tembaga USD9.319,82 per dmt, konsentrat tembaga sebesar USD4.872,12 per dry metric ton (dmt), serta konsentrat seng USD56,49 per dry metric ton (dmt).