MBG Tidak Boleh Dikonsumsi Lebih dari 4 Jam, BGN Tak Ingin Ada Keracunan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 06 Agustus 2026 17:42 WIB
MBG Tidak Boleh Dikonsumsi Lebih dari 4 Jam, BGN Tak Ingin Ada Keracunan (Foto: BGN)
Share :

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (MBG) akan memperketat standar operasional prosedur (SOP) program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama untuk memastikan makanan tidak boleh dikonsumsi lebih dari 4 jam saat diterima oleh siswa.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan pihaknya tidak ingin lagi terjadi kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG. Karena itu, seluruh proses mulai dari pengolahan makanan hingga distribusi akan diawasi lebih ketat.

"Kita tidak ingin ada keracunan. Kita tidak bicara statistik, tetapi kita bicara tidak boleh ada keracunan. SOP harus dijalankan," kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan hasil investigasi sementara, BGN menduga makanan yang menyebabkan keracunan, seperti misalnya yang terjadi di Papua, dimasak terlalu dini, yakni sejak malam sebelum didistribusikan kepada para siswa pada keesokan harinya di pagi hari.

Menurut Sudaryono, makanan tersebut mulai dimasak sekitar pukul 19.00 pada hari sebelumnya, kemudian baru disajikan kepada penerima manfaat sekitar pukul 11.00 keesokan harinya. Rentang waktu yang terlalu panjang tersebut diduga menyebabkan kualitas makanan menurun.

"Ini tentu saja menjadi catatan, intinya tidak boleh ada keracunan. Termasuk kami ingin memastikan semua pengiriman, kapan matang, sesuai standar tidak boleh lebih dari 4 jam," tambahnya.

Dia menambahkan, nantinya SOP produksi hingga distribusi bakal diperketat melalui penambahan atribut informasi waktu produksi makanan, dan waktu terbaik untuk dikonsumsi. Sebab MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga proses kerusakan makanan bisa lebih cepat.

"Kami ingin memastikan kapan makanan matang sampai dikonsumsi sesuai standar. Nantinya juga akan ada keterangan waktu terbaik untuk dikonsumsi (best before)," ujarnya.

 

Selain memperketat SOP distribusi, BGN juga akan memperkuat edukasi keamanan pangan di sekolah. Guru diharapkan ikut mendampingi siswa saat menyantap makanan MBG sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, tata cara makan yang baik, serta tidak membawa pulang makanan.

Sudaryono mengatakan BGN telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar edukasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG di sekolah.

"Kami sudah berbicara dengan Menteri Dikdasmen. Ini menjadi materi penting di semua sekolah, termasuk edukasi agar makanan tidak dibawa pulang karena MBG tidak menggunakan bahan pengawet dan harus segera dikonsumsi," ujarnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya