"Saya lapor ke Presiden, 'Pak, misi sudah saya tuntaskan. Tapi saya jujur, saya malu menjalankan misi ini. Saya ketemunya menteri, sementara saya cuma kepala badan. Di sana minister, di sini chairman,'" ujarnya.
Menurut Bahlil, pengalaman itulah yang menjadi salah satu alasan di balik transformasi BKPM menjadi Kementerian Investasi. Dengan status kementerian, Indonesia dinilai memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menjalin kerja sama investasi strategis dengan negara lain.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak 2021 dirinya telah berpandangan Kementerian Investasi seharusnya tidak hanya mengurusi investasi, tetapi juga hilirisasi. Karena itu, saat memimpin kementerian tersebut, ia mulai membentuk deputi yang khusus menangani hilirisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil turut menyinggung keberhasilan Indonesia membangun ekosistem baterai kendaraan listrik. Menurutnya, proyek tersebut berhasil dipertahankan agar masuk ke Indonesia meski sempat menjadi rebutan negara lain di kawasan.
"Alhamdulillah kita adalah negara pertama di Asia Tenggara yang memproses ekosistem baterai mobil," ujarnya.
(Taufik Fajar)