Pemantauan terhadap perubahan pasokan, kondisi geopolitik, dan perkembangan pasar global menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menghadapi fluktuasi harga minyak sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketahanan energi nasional.
Perubahan ICP tersebut menjadi bagian dari dinamika harga minyak mentah di pasar internasional. Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar global untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan energi nasional.
Selanjutnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Juli 2026 sebagai berikut:
- Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar 1,77 dolar AS/bbl dari 83,45 dolar AS/bbl menjadi 81,68 dolar AS/bbl.
- Brent (ICE) turun sebesar 0,46 dolar AS/bbl dari 84,43 dolar AS/bbl menjadi 83,97 dolar AS/bbl.
- WTI (Nymex) turun sebesar 2,57 dolar AS/bbl dari 81,79 dolar AS/bbl menjadi 79,22 dolar AS/bbl.
- Dated Brent turun sebesar 2,06 dolar AS/bbl dari 85,47 dolar AS/bbl menjadi 83,41 dolar AS/bbl.
- Basket OPEC turun sebesar 7,00 dolar AS/bbl dari 89,75 dolar AS/bbl menjadi 82,74 dolar AS/bbl
(Dani Jumadil Akhir)