Ia mengaku pendanaan dari George Soros sudah ada sejak ia sebagai Menteri Kehutanan melalui skema Result-Based Payment (RBP) REDD+. Akan tetapi dana tersebut justru kerap habis hanya untuk agenda-agenda rapat instansi dengan menjadikan alasan pencairan yang sulit.
"Tetapi jangan gara-gara cari alasan sulit. Sulitnya sampai hampir enggak bisa jalan. Akhirnya uang kita habis rapat-rapat aja gitu karena sulit dalam pelaksanaannya. Misalnya, nanti rapat lagi di luar negeri mana-mana kita ya bertahun-tahun muter muter muter muter uangnya habis itu," kata Zulhas.
"Tentu ini dibentuk agar ini bisa berjalan dengan baik. Zaman saya enggak jalan, saya akui. Sulit sekali karena baru zaman itu. Pertama kali REDD+ itu zaman saya. Itu duitnya juga susah, maka George Soros yang taruh. Tapi selesai saya tadi masih USD50 juta," pungkasnya.
(Taufik Fajar)