Menurutnya, peningkatan kinerja BUMN tersebut merupakan bagian dari agenda pembenahan perusahaan negara. Pemerintah sebelumnya juga telah melakukan restrukturisasi dengan menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlah BUMN tersisa paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026.
Prabowo mengatakan langkah tersebut ditujukan untuk mempertahankan hanya BUMN yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.
Dari proses perampingan tersebut, pemerintah mengklaim telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun. Dana tersebut selanjutnya diarahkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, serta program yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Prabowo juga menyebut sejumlah BUMN mencatat kenaikan laba signifikan pada enam bulan pertama 2026. Laba bersih PT Semen Indonesia disebut naik 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, PT Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN 54,4 persen.
"Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia," pungkas Prabowo.
(Dani Jumadil Akhir)