Dengan target tersebut, lebih dari 750 BUMN akan ditutup. Prabowo menegaskan hanya perusahaan yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat yang akan dipertahankan.
"Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan. Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia," ujarnya.
Prabowo juga menyebut perampingan jumlah BUMN telah menghasilkan penghematan biaya overhead sekitar Rp50 triliun. Penghematan tersebut berasal antara lain dari gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa mobil, hingga perjalanan dinas.
"Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun," katanya.
Dia menargetkan penghematan tersebut meningkat menjadi lebih dari Rp70 triliun pada akhir 2026.
"Target kita Desember 31, target kita, kita harus menghemat Rp70 triliun lebih," ujar Prabowo
(Dani Jumadil Akhir)