JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan potongan aplikasi ojek online yang diturunkan dari 20 persen menjadi 8 persen hanya merupakan rekomendasi pemerintah kepada aplikator agar pengemudi memiliki pendapatan lebih besar.
Melalui kebijakan ini, pendapatan dari hasil melayani penumpang memiliki porsi 92 persen, sementara 8 persen dapat diambil oleh pihak aplikator.
"Tadinya pengemudi ojol hanya dapat 80 persen dari upaya kerja mereka karena aplikator minta 20 persen. Tapi dengan rekomendasi pemerintah, saya nggak mau sebut intervensi, saya pakai istilah rekomendasi, tapi sebetulnya ya agak intervensi juga," ujarnya dalam acara Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan berbasis platform digital.
"Karena kekuatan ekonomi kita ada di UMKM, kita juga telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek online dan aplikator," kata Prabowo.
Setelah pemerintah melakukan intervensi, porsi yang diterima pengemudi meningkat menjadi 92 persen. Prabowo menyebut kebijakan tersebut telah berdampak terhadap peningkatan pendapatan sejumlah pengemudi.
"Tapi dengan intervensi Pemerintah, para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari hasil mereka, dan banyak pengemudi sekarang melaporkan penghasilan mereka naik signifikan, ada yang 2x, ada 3x lebih tinggi," kata Prabowo.
Prabowo menilai kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang bekerja dan mencari penghasilan melalui sektor ekonomi digital.
Menurutnya, kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya berada pada sektor korporasi besar, tetapi juga pada masyarakat di tingkat akar rumput, termasuk pedagang, perajin, perempuan kepala keluarga, anak muda, hingga pelaku UMKM.
Sebelumnya dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan merupakan tujuan akhir pemerintah. Menurut dia, tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan rakyat," tegasnya.
Prabowo mengatakan pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang memastikan aktivitas ekonomi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, termasuk pekerja dan pelaku usaha kecil.
(Feby Novalius)