Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu 2,94 persen.
Kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan 1-2026 utamanya didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan Hari Besar Keagamaan (Nyepi dan Idulfitri), berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara, pertumbuhan ekonomi triwulan 1 tahun 2025 hanya sebesar 4,87 persen.
Dibanding triwulan 1 tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 dibanding tahun 2025.
(Dani Jumadil Akhir)