Sebagai contoh, dalam RAPBN 2027, pemerintah mengasumsikan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp27.987 triliun. Dengan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun, defisit APBN diproyeksikan sebesar 2,40 persen terhadap PDB.
"Jika ternyata PDB kita lebih besar, maka defisit kita lebih kecil," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2026.
"Karena itu, sensus ekonomi ini sangat penting," tegas Prabowo.
(Feby Novalius)