Menurutnya pembiayaan direncanakan sebesar 671,2 triliun rupiah, dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan di APBN tahun 2026, yaitu 689,1 triliun Rupiah, dengan defisit 2,68 persen Produk Domestik Bruto.
"Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 5,9 persen. Lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Inflasi akan dijaga pada 2,5 persen. Suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9 persen. Nilai tukar berada pada kisaran 17.500 rupiah per satu dolar Amerika Serikat," tambah dia.
(Taufik Fajar)