Sarmuji juga mengapresiasi komitmen Presiden dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan, terutama bagi warga yang tidak mampu, seperti program Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda. Ia menyebut capaian 93 sekolah rakyat permanen dan 182 sekolah rakyat rintisan, serta ratusan mahasiswa yang telah dikirim ke kampus-kampus terbaik dunia melalui Beasiswa Garuda, sebagai langkah nyata memutus lingkaran kemiskinan antargenerasi.
“Hanya dengan pendidikan sebuah bangsa bisa mengalami lompatan. Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda menunjukkan negara hadir memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap punya jalan meraih pendidikan terbaik, bahkan hingga ke perguruan tinggi dunia,” kata Sarmuji.
Sarmuji juga menyoroti rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis yang disampaikan Presiden dalam pidatonya sebagai bagian dari agenda memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
“Kita harus membangun bursa komoditas agar Indonesia bisa menentukan sendiri harga komoditas andalannya. Selama ini kita menjadi produsen besar dunia untuk berbagai komoditas strategis, tetapi harganya justru ditentukan di luar negeri. Dengan bursa komoditas, kita bisa menciptakan nilai tambah, menjaga kestabilan harga, dan pada akhirnya berimplikasi langsung pada pendapatan negara dan kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Dirinya menyatakan siap mengawal pembahasan RAPBN 2027 bersama pemerintah secara konstruktif, termasuk mendukung percepatan regulasi bagi operasionalisasi bursa mineral dan komoditas strategis serta kelembagaan pengadaan pemerintah yang lebih efisien.