5 Fakta Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang

Taufik Fajar, Jurnalis
Senin 17 Agustus 2026 11:09 WIB
Presiden Prabowo (Foto: Okezone)
Share :

2. Bentuk Lembaga Baru

Karena itu, Prabowo ingin membentuk suatu lembaga pengadilan khusus guna mengusut pelanggaran yang terjadi belakangan.

"Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut, untuk kita usut pengurus-pengurus, direksi 30 tahun ke belakang mungkin," ungkap dia.

3. Beri Pengampunan

Namun, Prabowo juga ingin memberikan pengampunan kepada mereka yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Amnesti diberikan bagi mereka yang sadar. Usulan itu ia serahkan kepada legislatif untuk memutuskan.

"Saya juga akan menghadapi majelis, saya akan menghadapi DPR, saya akan minta, kalau perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus, untuk mereka yang taubat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui," kata Prabowo.

4. Diserahkan ke Wakil Rakyat

"Nah ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan," tambahnya.

5. Sudah Terlalu Banyak BUMN

Prabowo menegaskan, sudah terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Seringkali, mereka bahkan memalsukan laporan keuangannya.

"Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus laporannya untung. Ngarang aja untungnya itu. Kita kena masalah, karena banyak perusahaan-perusahaan asing kan kerja sama dengan BUMN kita," jelasnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya