"Harapannya, warga desa bisa punya kemampuan yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Ketika mereka sudah memahami cara membuat konten, menjadi host, atau memasarkan produk secara digital, keterampilan itu bisa terus dikembangkan untuk membuka peluang lain," ujarnya.
Ia juga melihat ekosistem digital dapat menjadi salah satu alternatif bagi generasi muda desa untuk mendapatkan pengalaman kerja dan penghasilan tanpa harus selalu meninggalkan daerah asal.
Menurut Hendri, pengembangan ekonomi berbasis digital di desa tetap membutuhkan pendampingan. Akses terhadap perangkat, jaringan internet, pemahaman mengenai pemasaran digital, hingga kemampuan membuat konten menjadi sejumlah hal yang perlu diperkuat agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.
"Masih banyak anak muda dan pelaku UMKM di desa yang sebenarnya punya potensi, tetapi belum tahu harus mulai dari mana. Karena itu, pendampingan dan berbagi pengetahuan menjadi penting supaya mereka bisa memanfaatkan peluang digital secara mandiri," kata Hendri.
(Feby Novalius)