Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Cuma Kayu, Hutan RI Simpan Potensi Ekonomi Bernilai Tinggi

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 22 Juli 2026 |21:49 WIB
Tak Cuma Kayu, Hutan RI Simpan Potensi Ekonomi Bernilai Tinggi
Potensi bisnis kehutanan di Indonesia tidak hanya bergantung pada hasil hutan kayu. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Potensi bisnis kehutanan di Indonesia tidak hanya bergantung pada hasil hutan kayu. Pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti komoditas unggulan daerah dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar hutan.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso, pengelolaan hutan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pemanfaatan hasil hutan kayu, tetapi perlu mengoptimalkan potensi lain seperti hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan.

“Transformasi kebijakan melalui Multiusaha Kehutanan yang mengintegrasikan pemanfaatan hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, dan jasa lingkungan akan menjadi arus utama pengelolaan hutan ke depan,” kata Soewarso, Rabu(22/7/2026).

Menurutnya, pengembangan Multiusaha Kehutanan membutuhkan dukungan riset untuk mengidentifikasi komoditas unggulan yang sesuai dengan karakteristik ekologis, sosial, dan ekonomi masing-masing daerah.

Maluku Utara, kata Soewarso, memiliki beragam potensi hasil hutan bukan kayu yang dapat dikembangkan untuk memperkuat kinerja usaha kehutanan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dukungan riset perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan komoditas unggulan hasil hutan bukan kayu, mulai dari aspek budi daya, pengolahan, peningkatan nilai tambah, hingga pengembangan pasar,” ujarnya.

Untuk mendorong pengembangan tersebut, APHI bersama Universitas Khairun menjalin kerja sama pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi pengelolaan hutan berkelanjutan. Salah satu fokus kerja sama adalah pengembangan Hutan Pendidikan Universitas Khairun sebagai lokasi riset dan uji coba penerapan Multiusaha Kehutanan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement