JAKARTA - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya membangun sistem perdagangan karbon kehutanan yang berkualitas dan berintegritas tinggi guna memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon global.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam Business Forum on Carbon Market di New York, Amerika Serikat. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha kehutanan, investor internasional, asosiasi perdagangan emisi, dan mitra global untuk membahas pengembangan proyek karbon sektor kehutanan Indonesia.
Raja Juli mengatakan karbon hutan Indonesia yang “berkualitas dan berintegritas tinggi” berarti kredit karbon yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah kuat, transparan, terukur, dapat diverifikasi, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar hutan.
“Hutan Indonesia siap menjadi dasar kepercayaan dan investasi dunia internasional,” ujar Raja Juli, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan pemerintah telah memperkuat tata kelola melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon melalui Offset Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Kehutanan.