Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kanada Investasi Rp504 Miliar ke IIF, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Rendah Karbon RI

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 13 Februari 2026 |13:23 WIB
Kanada Investasi Rp504 Miliar ke IIF, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Rendah Karbon RI
Kanada Investasi Rp504 Miliar ke IIF, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Rendah Karbon RI (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Lembaga pembiayaan pembangunan bilateral Kanada, FinDev Canada mengumumkan penandatanganan fasilitas pinjaman sebesar USD30 juta atau setara Rp504 miliar (kurs Rp16.800 per USD) kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Fasilitas pinjaman ini diumumkan dalam acara Canada-in-Asia Conference (CIAC) yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Foundation of Canada pada 11 Februari 2026.

Presiden Direktur/CEO IIF Rizki Pribadi Hasan menyampaikan, pembiayaan ini memperkuat kapasitas dalam mendukung transisi energi Indonesia dan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim. 

"Melalui kemitraan dengan FinDev Canada, kami dapat memperluas akses pembiayaan jangka panjang untuk proyek-proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan agenda pertumbuhan rendah karbon Indonesia. Kami juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan berharap dapat terus memperdalam kolaborasi ini guna menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang nyata," katanya di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Pertumbuhan Ekonomi Rendah Karbon

Pinjaman ini bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan. Melalui transaksi ini, FinDev Canada secara resmi memasuki pasar Indonesia menandai investasi pertamanya di Tanah Air.

Fasilitas pinjaman tersebut akan meningkatkan akses pembiayaan bagi proyek-proyek energi terbarukan yang berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, sekaligus memperkuat kapasitas dan ketahanan infrastruktur nasional. 

Indonesia saat ini tengah menjalani proses transisi energi untuk menyeimbangkan peningkatan kebutuhan energi dengan target iklim nasional. Pemerintah telah menetapkan target bauran energi terbarukan sebesar 31% pada tahun 2050 sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.

Indonesia juga menghadapi berbagai risiko iklim yang semakin meningkat, seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan air laut. Sebagai respon, Indonesia berkomitmen untuk mendiversifikasi bauran energi dan mencapai target net-zero emission pada tahun 2060, menegaskan pentingnya investasi pada infrastruktur rendah karbon dan tangguh terhadap perubahan iklim. 

Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, IIF memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor infrastruktur Indonesia melalui layanan pembiayaan dan advisory. 

Dengan memanfaatkan keahlian dan pemahaman mendalam terhadap kondisi domestik, komitmen FinDev Canada ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada tahun 2025. 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement