Menurut Eko, transformasi SDM pada akhirnya harus dapat memberikan nilai nyata terhadap perusahaan. Karena itu, BTN tidak hanya mengukur keberhasilan dari program pengembangan pegawai, tetapi juga dari peningkatan produktivitas serta kontribusinya terhadap pertumbuhan bisnis.
“Transformasi tidak akan menghasilkan apa-apa kalau people-nya tidak berubah. Karena itu, yang kami bangun adalah capacity, capability, dan productivity. Bicara mengenai orang pada akhirnya juga harus bermuara pada penciptaan value bagi perusahaan,” tuturnya.
Sekadar informasi, keberhasilan menghubungkan transformasi SDM dengan kebutuhan dan kinerja bisnis tersebut mendapat pengakuan dalam Indonesia Human Capital Award (IHCA) XII 2026.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Selain peningkatan produktivitas pegawai dan pertumbuhan laba, BTN terus memperkuat kapabilitas talenta untuk menopang sumber pertumbuhan baru Perseroan, mulai dari bisnis transaksi dan non-housing loan hingga digitalisasi. Pengembangan kompetensi juga diarahkan pada kemampuan masa depan seperti AI, digital innovation, cybersecurity, serta risk and compliance agar transformasi bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Menurut Eko, empaat penghargaan IHCA 2026 menjadi validasi bahwa transformasi SDM yang dilakukan BTN telah bergerak melampaui fungsi administratif menuju peran strategis dalam menciptakan nilai bagi perusahaan.
“Pada akhirnya, keberhasilan human capital bukan hanya tentang seberapa baik kita mengelola orang, tetapi bagaimana kita membangun kapabilitas yang membuat perusahaan terus relevan, bertumbuh, dan memiliki daya saing di tengah perubahan,” kata Eko.
(Dani Jumadil Akhir)