JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan 4 ton ikan layang beku kepada masyarakat di Johar Baru dan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan produk perikanan kepada masyarakat sekaligus mendorong konsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi.
Ikan layang masing-masing sebanyak 2 ton dibagikan kepada masyarakat di kedua lokasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pembagian ikan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pemerintah yang dilaksanakan di sejumlah titik di Jakarta dalam rangka memperingati momentum kemerdekaan.
“Ini bagian dari keramaian yang dilakukan oleh pemerintah atas instruksi Bapak Presiden Prabowo. Di beberapa titik di Jakarta, ini tetap semarak memperingati Hari Kemerdekaan RI dan terus dihidupkan,” ujar Trenggono saat menghadiri pembagian ikan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Menurut Trenggono, berbagai kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan kemerdekaan diharapkan dapat memberikan kebahagiaan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Mudah-mudahan supaya terus memberi kebahagiaan bagi masyarakat. Pesta rakyat ini bisa berjalan dengan baik di beberapa titik,” katanya.
Setelah menghadiri kegiatan di Kemayoran, Trenggono melanjutkan agenda pembagian ikan di kawasan Johar Baru. Secara keseluruhan, sebanyak 4 ton ikan layang beku dibagikan kepada masyarakat di dua lokasi tersebut.
Pembagian ikan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk perikanan. Ketersediaan ikan di tengah masyarakat diharapkan dapat turut mendorong kebiasaan mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola pangan yang beragam dan bergizi.
Momentum peringatan HUT ke-81 RI turut dimanfaatkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan pangan perikanan. Melalui kegiatan tersebut, ikan tidak hanya hadir sebagai bagian dari perayaan, tetapi juga sebagai sumber pangan yang dapat dikonsumsi masyarakat.
(Feby Novalius)