Kemenhub Kerahkan Bus dan Kapal Angkut Alat Berat Pulihkan Akses NTT

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Rabu 19 Agustus 2026 15:03 WIB
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengoptimalkan layanan angkutan penyeberangan dan bus perintis. (foto: Okezone.com/Ditjen Hubdat)
Share :

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengoptimalkan layanan angkutan penyeberangan dan bus perintis untuk mendukung distribusi bantuan serta pemulihan akses transportasi pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan angkutan penyeberangan dimanfaatkan untuk mengirimkan bantuan dan peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan dampak bencana. Salah satunya melalui KMP Ile Ape yang mengangkut dua unit ekskavator menuju Palue, Kabupaten Sikka, NTT.

Alat berat tersebut digunakan untuk membantu proses evakuasi material akibat bencana gempa dan longsor yang mengganggu akses jalan.

"Pada hari ini, melalui KMP Ile Ape, telah mengangkut dua unit alat berat ekskavator untuk bantuan evakuasi material akibat bencana gempa di wilayah Palue, Kabupaten Sikka, NTT," kata Aan, Rabu (19/8/2026).

Selain mengangkut alat berat, kapal tersebut juga membawa anggota Polres Sikka serta lima orang dokter untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.

Menurut Aan, pengiriman ekskavator melalui kapal penyeberangan diharapkan dapat mempercepat pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan. Dengan demikian, konektivitas antarwilayah yang sempat terisolasi dapat segera kembali terbuka.

Di sisi lain, Ditjen Perhubungan Darat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT juga memperbantukan bus perintis untuk mendistribusikan bantuan sekaligus mendukung pembukaan akses jalan dan lintasan penyeberangan.

"Kami terus berupaya untuk melayani lintasan penyeberangan perintis yang vital bagi Kabupaten Ende dan mendukung mobilitas serta distribusi bantuan/logistik pascabencana," ujar Aan.

Kemenhub juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani gangguan pada Jalan Trans Flores. Berdasarkan pemantauan dan verifikasi lapangan terbaru, ruas jalan yang sebelumnya mengalami gangguan total tersebut kini sudah dapat kembali diakses.

Kondisi tersebut memungkinkan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan.

Selain mengoptimalkan transportasi, Kemenhub turut menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak yang berada di posko pengungsian Gelora Samador Maumere.

Bantuan yang disalurkan antara lain ratusan paket beras kemasan lima kilogram, makanan kaleng, ratusan dus mi instan, serta air mineral kemasan 1,5 liter.

Aan mengatakan Kemenhub akan terus mengoptimalkan sarana dan prasarana transportasi darat untuk mempercepat penanganan wilayah terdampak bencana.

"Kami berharap dapat terus mengoptimalkan sarana dan prasarana transportasi darat demi percepatan penanganan wilayah yang terdampak bencana serta percepatan pendistribusian bantuan atau logistik bagi korban," tuturnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya