JAKARTA—Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) menggelar Bursa Wirausaha Unggulan sebagai forum yang mempertemukan wirausaha hasil inkubasi dengan calon mitra usaha, lembaga pembiayaan, penyedia teknologi, serta jejaring pemasaran dan logistik.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendampingan bagi wirausaha yang telah mengikuti pelatihan dan inkubasi. Menurut dia, melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh akses terhadap pembiayaan, pasar, teknologi, perizinan, sertifikasi, dan kemitraan usaha.
“Kita mencoba menjadikan lembaga-lembaga inkubasi ini untuk menyiapkan sekitar 500 UMKM agar mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan secara komprehensif, mulai dari perizinan, legalisasi, teknologi, peningkatan produksi, pelatihan, hingga akses pemasaran,” kata Maman, Jumat (21/8/2026).
Menurut Maman, Kementerian UMKM juga memanfaatkan keberadaan lembaga inkubasi di dalam maupun di luar kampus untuk memperluas jangkauan pendampingan terhadap sekitar 57 juta UMKM di Indonesia. Di Sumatera Utara, terdapat 17 lembaga inkubator yang dinilai dapat mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan di daerah.
Rangkaian pengembangan kewirausahaan tersebut mencakup inkubasi dan pendampingan, pembukaan akses melalui Bursa Wirausaha Unggulan, serta pendampingan setelah proses inkubasi melalui SAPA UMKM.
“PRO-KESRA Produktif kita siapkan untuk menyeragamkan kurikulum dan kebijakan, termasuk pembiayaan serta pembinaan dan pelatihan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar lebih terukur dan tepat sasaran. Targetnya, sesuai arahan Presiden, sekitar 10 juta wirausaha dan pekerja,” ujar Maman.