“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada penandatanganan, rapat, dan logo bersama. Kolaborasi harus membuka akses, melahirkan transaksi, memperluas pasar, menghadirkan pembiayaan, dan menciptakan lapangan kerja,” kata Maman.
Maman juga mendorong perguruan tinggi untuk berperan dalam mempertemukan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, pembiayaan, dan dunia usaha. Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menyiapkan pencari kerja, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan wirausaha.
Di tempat yang sama, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, Sumatera Utara memiliki sekitar 1,4 juta UMKM dengan rasio kewirausahaan sebesar 4,1 persen yang menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja. Namun, sebanyak 99,55 persen di antaranya masih berada dalam kategori usaha mikro.
Menurut Bobby, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam meningkatkan skala usaha di Sumatera Utara. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memperkuat pemberdayaan agar lebih banyak usaha mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil dan usaha kecil tumbuh menjadi usaha menengah.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung program pemerintah pusat agar UMKM terus bertumbuh, dari mikro menjadi kecil dan dari kecil menjadi menengah,” ujar Bobby.
(Feby Novalius)