"Transformasi ini sangat mendesak. Teori kini bisa dipelajari dari mana saja menggunakan AI, namun soft skills dan pengalaman praktis tidak dapat digantikan," ujar Neneng.
Karena itu, Neneng mendorong perguruan tinggi tidak hanya menyediakan program magang berkualitas bagi mahasiswa, tetapi juga membuka kesempatan bagi dosen untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri melalui program faculty immersion.
"Para dosen juga perlu terjun langsung menjadi bagian dari dinamika perusahaan (faculty immersion) agar memiliki pemikiran yang lebih terbuka terhadap kebutuhan nyata industri," katanya.
Penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha dinilai menjadi kunci untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan, memimpin, dan berinovasi menghadapi perubahan global.
(Feby Novalius)