DSI Siapkan Sistem Pelacakan Kapal dan Rekonsiliasi Devisa Hasil Ekspor

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Senin 24 Agustus 2026 20:32 WIB
Devisa Hasil Ekspor (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mulai menyiapkan penguatan sistem pemantauan dan verifikasi ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis. Tahapan tersebut mencakup pelacakan kapal, validasi negara tujuan, hingga rekonsiliasi devisa hasil ekspor.

DSI menyatakan implementasi mandatnya dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan integrasi data ekspor nasional dan analitik pada tingkat transaksi untuk komoditas strategis.

Seiring dengan semakin matangnya kapabilitas tersebut, DSI akan memperluas kemampuan pemantauan dan verifikasi melalui pelacakan kapal, validasi negara tujuan, serta rekonsiliasi devisa hasil ekspor. Sistem tersebut nantinya juga akan terintegrasi lebih erat ke dalam proses ekspor sesuai dengan mandat DSI.

"Sejak mulai beroperasi, kami telah mengembangkan visibilitas terhadap ribuan transaksi ekspor serta fondasi analitis yang diperlukan untuk mendukung mandat DSI," ujar Direktur Utama DSI Luke Mahony dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Luke mengatakan DSI akan terus memperkuat kapabilitas pemantauan, verifikasi, dan operasional untuk mendukung ekosistem ekspor yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien. Namun, pada saat yang sama, DSI tetap memastikan kepastian berusaha dan keberlanjutan ekspor. 

Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, DSI telah menjalankan mandat tata kelola ekspor yang pada tahap awal mencakup batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy. Dalam kurun sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar.

Data tersebut mencakup lebih dari 90 juta ton komoditas yang dikirim melalui lebih dari 50 pelabuhan muat di 25 provinsi menuju lebih dari 100 negara tujuan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya