Pencapaian visi tersebut ditopang oleh tujuh misi strategis yang mencakup, kalibrasi bauran kebijakan BI, reformasi data berbasis arsitektur data global, perluasan alternatif sumber pembiayaan, penguatan kebijakan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA), inovasi sistem pembayaran, akselerasi pengembangan UMKM dan bauran kebijakan kelembagaan.
Aida menggarisbawahi bahwa kunci utama keberhasilan seluruh program prioritas tersebut berada pada keharmonisan sinergi antara otoritas moneter dan pemerintah.
"Yang pertama ini harus dilakukan karena akan menjadi landasan kita untuk membangun skenario yang lebih positif untuk perekonomian Indonesia. Yang satu yang penting ini adalah sinergi Bank Indonesia dan pemerintah (fiskal-moneter) yang dilandasi oleh komunikasi yang efektif," ujarnya.
(Taufik Fajar)