Purbaya Gandeng Analis Ekonomi Bahas RAPBN 2027

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 26 Agustus 2026 21:55 WIB
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTAKementerian Keuangan menggelar diskusi interaktif antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan para analis ekonomi sektor keuangan di Aula Djuanda Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/8/2026). 

Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk menyerap masukan serta menyelaraskan persepsi terkait perkembangan ekonomi terkini dan arah kebijakan fiskal tahun 2027 secara adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Dengan kondisi sekarang, kita bisa sukses kalau efisiensi tax collection diperbaiki. Dalam tujuh-delapan bulan terakhir ini tax tumbuh, padahal saya tidak naikkan tax rate, tapi saya pastikan orang kerja dalam kondisi baik. Ini yang akan terus saya lakukan ke depan, kita perbaiki cara mereka mengumpulkan pajak dengan berperilaku lebih baik. Yang kedua, kalau ekonomi tumbuh lebih cepat, dengan tax collection yang sama juga tax akan tetap naik,” ungkap Purbaya.

Dalam forum tersebut, Purbaya menegaskan stabilitas kondisi fiskal, moneter, serta sektor keuangan nasional pada kuartal II-2026 tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik dan volatilitas pasar keuangan global.

Pemerintah optimistis APBN mampu terus menjadi shock absorber perekonomian hingga akhir tahun 2026, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam merancang RAPBN 2027 yang menargetkan akselerasi ketahanan pangan, hilirisasi, dan penguatan sumber daya manusia.

Untuk mengoptimalkan pendapatan negara pada tahun depan, Purbaya mengonfirmasi bahwa pemerintah bakal mengandalkan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan, alih-alih menaikkan tarif pajak.

 

“Diversifikasi (pembiayaan) akan kita lakukan, kita akan diversifikasi untuk menjaga resourcing pembiayaan surat utang kita. Kita masih bisa jaga stabilitas, saya bisa jaga stabilitas surat utang lebih baik, artinya stabilitas ekonomi juga lebih baik,” katanya.

Purbaya menyampaikan bahwa penetapan target defisit pada RAPBN 2027 dirancang untuk memelihara kesehatan dan kelangsungan anggaran negara.

Batas defisit yang terukur bakal memberikan ruang fiskal memadai bagi pendanaan program strategis, sekaligus menjaga kepercayaan investor agar rasio utang nasional tetap terkendali.

Langkah pendalaman pembiayaan juga ditempuh guna mengamankan kebutuhan pembiayaan pasar perdana surat utang negara.

Melalui penguatan kolaborasi bersama analis dan pemangku kepentingan pasar keuangan, Kemenkeu berupaya memastikan seluruh risiko makroekonomi dapat dimitigasi sejak tahap perencanaan anggaran.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya