Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Buka Suara soal Desil Masyarakat yang Tak Sesuai Kondisi Ekonomi

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |14:59 WIB
Purbaya Buka Suara soal Desil Masyarakat yang Tak Sesuai Kondisi Ekonomi
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keluhan publik mengenai penetapan kelompok kesejahteraan atau desil yang dinilai kurang mencerminkan kondisi riil masyarakat. Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah tengah memacu perbaikan basis data secara komprehensif melalui penambahan alokasi anggaran bagi Badan Pusat Statistik (BPS).

Purbaya mengungkapkan bahwa dukungan dana tersebut disalurkan untuk mengoptimalkan kualitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta pelaksanaan pemutakhiran data di lapangan.

"Makanya sedang diperbaiki, saya ngeluarin uang cukup banyak ke BPS tahun ini," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Rabu (26/8/2026).

Purbaya membeberkan bahwa alokasi anggaran yang dialokasikan kepada BPS untuk pembenahan DTSEN dan kegiatan sensus menembus angka di atas Rp7 triliun. Langkah ini diambil merespons pengajuan dana tambahan oleh BPS sejak awal tahun anggaran.

"Jadi DTSEN sama sensus itu kalau nggak salah Rp7 triliun, Rp7 triliun lebih sedikit, cukup banyak yang dimasukin ke BPS," lanjutnya.

"Jadi mereka minta waktu awal-awal tahun penambahan anggaran, kita penuhi untuk memastikan DTSEN-nya bagus," ungkap Purbaya.

Melalui penambahan dana operasional ini, Purbaya memproyeksikan kualitas dan akurasi data pemeringkatan desil masyarakat akan jauh lebih rapi pada tahun depan.

"Tahun depan seharusnya sih akan lebih baik. Kalau salah satu, dua kan biasanya selalu ada kalau di survei, tapi saya harapkan setahun depan lebih rapih," kata dia.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement