BI Arahkan KLM ke Sektor Produktif, Termasuk UMKM

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 28 Agustus 2026 14:37 WIB
Bank Indonesia (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bakal mengimplementasikan pembaruan desain Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai 1 September 2026. Melalui skema ini, BI mengarahkan penggelontoran tambahan likuiditas perbankan ke sektor-sektor strategis penopang pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk penguatan pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis menjelaskan, sektor produktif prioritas yang disasar mencakup pertanian, industri manufaktur, konstruksi, real estate dan perumahan, serta sektor jasa termasuk ekonomi kreatif.

"Tadi sektor-sektor produktifnya, kita ada sektor-sektor KLM. Ini yang memang kita harapkan pembiayaan-pembiayaan KLM ini masuk ke sana, yaitu pertanian, industri, konstruksi, real estate dan perumahan, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif," ujar Alexander dalam Taklimat Media BI di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Alexander mengungkapkan bahwa pemilihan sektor-sektor tersebut didasarkan pada besarnya kontribusi terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional, sehingga diharapkan memberikan efek pengganda (multiplier effect) ke sektor-sektor pendukung lainnya, termasuk segmen UMKM.

"Kenapa sektor-sektor ini? Karena persis ekonomi kita mainly didrive oleh sektor-sektor ini. Harapannya kalau sektor-sektor ini bisa tumbuh lebih cepat, maka dapat mengungkit ekonomi kita secara keseluruhan, termasuk UMKM tadi," jelasnya.

"Termasuk menjawab pertanyaan sektor UMKM seperti apa, kita juga intensikan bahwa KLM ini mendorong sektor UMKM, termasuk sektor-sektor inklusi dan berkelanjutan," imbuh Alexander.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya