Amalia menegaskan bahwa pemutakhiran berkelanjutan menjadi kunci mutlak dalam menjaga akurasi basis data nasional.
"Namanya data itu dinamis, dan setelah kami lakukan pemutakhiran didampingi oleh BPS, masyarakat sangat kooperatif sehingga terbukti hasilnya sesuai dengan fakta di lapangan. Kuncinya pemutakhiran data itu sangat penting supaya selalu mencerminkan kondisi terkini masyarakat," jelas Amalia.
Terkait kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai anomali pengelompokan desil tersebut mengindikasikan data DTSEN tidak tervalidasi dengan baik, BPS membantah keras anggapan tersebut.
Menurut BPS, penyesuaian data justru membuktikan bahwa mekanisme pemutakhiran sistematis berjalan aktif untuk menyerap fakta-fakta lapangan terbaru.
"Enggak, bukan begitu, bukan datanya tidak validasi. Karena datanya dinamis, masyarakat perlu berkolaborasi bersama-sama melakukan pemutakhiran, dan sensus ini adalah salah satu upaya kita bersama untuk memutakhirkan kondisi masyarakat serta usaha terkini," kata Amalia.
(Taufik Fajar)