JOMBANG - Presiden Prabowo Subianto mengaku kaget Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditawari pinjaman oleh International Monetary Fund (IMF) saat berkunjung ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada April 2026.
Prabowo mengatakan, pemerintah menolak tawaran tersebut karena Indonesia dinilai masih mampu menjalankan perekonomian tanpa pinjaman dari IMF.
"Saya kira kemarin berapa bulan yang lalu kaget, Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin pinjaman dari IMF, kita tolak, 'terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF'," kata Prabowo dalam penutupan Muktamar ke-35 NU, di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Prabowo mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk tidak banyak meminjam uang.
Prabowo mengatakan, jika pemerintah harus meminjam, maka bunga yang dibayarkan harus diupayakan sekecil mungkin.
"Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh, saudara-saudara. Kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang, yang bunganya sekecil mungkin," ujar Prabowo.
Prabowo juga menyatakan keinginannya untuk mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan. Menurutnya, pemerintah harus berani mengambil langkah untuk mengeluarkan rakyat dari jurang kemiskinan.
"Saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya saya sudah hitung, dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan dan kita sudah buktikan dalam dua tahun pertama kita," kata Prabowo.
(Dani Jumadil Akhir)