JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Target tersebut akan didorong melalui akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen.
Purbaya mengatakan, pemerintah akan mengandalkan sinergi dengan sektor swasta dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mencapai target tersebut.
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027 dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen. Target ini akan dicapai melalui kolaborasi Pemerintah, Swasta dan Danantara,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR membahas Asumsi Dasar Ekonomi Makro penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2027, Selasa (1/9/2026).
Purbaya menyampaikan bahwa optimisme pencapaian target didorong oleh fundamental ekonomi nasional yang tetap kokoh. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,45 persen (cumulative-to-cumulative) dengan laju inflasi yang terkendali serta kecukupan likuiditas perbankan untuk penyaluran kredit.
Selain itu, indikator eksternal tecermin dari surplus neraca perdagangan Januari-Juni 2026 dan posisi cadangan devisa sebesar USD145,3 miliar hingga Juli 2026. Aliran modal asing masuk (inflow) juga membukukan nilai Rp140,6 triliun hingga 28 Agustus 2026.
Dari sisi APBN, pendapatan negara hingga akhir Juli 2026 mampu tumbuh 21,3 persen secara tahunan (year-on-year) dengan defisit terkendali di posisi 0,91 persen terhadap PDB.
Dalam kerangka dorongan investasi, Purbaya menegaskan bahwa instrumen APBN akan difokuskan sebagai stimulus bagi keterlibatan pihak swasta.